Jumat, 01 April 2016

KASUS ANALISIS INFORMASI KEUANGAN SAP 13


BAB III
PEMBAHASAN
3.1    Laporan keuangan PT Indosat Tbk dan XL Axiata
Laporan keuangan  PT Indosat Tbk  dan  PT XL Axiata terdiri dari lima laporan yaitu Laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, Laporan arus kas, san catatan atas laporan keuangan. PT Indosat Tbk  dan  PT XL Axiata  menganut prinsip Full Disclouser karena menjelaskan informasi-informasi tentang perusahaan di dalam catatan atas laporan keuangan, misalnya metode yang dipakai dalam penilaian persedian sampai penjelasan saham yang ada di perusahaan tersebut.
Laporan posisi keuangan  PT Indosat Tbk  dan  PT XL Axiata berbentuk  Staffel (Refort Form) atau vertical. Laporan ini  dilaporkan satu halaman vertical,  disebelah atas dicantumkan total aktiva dan di bawahnya disajikan total  kewajiban dan  modal. Pos-pos dalam laporan ini di pisahkan antara lancar dan tidak lancar di bagian Harta serta jangka pendek dan jangka panjang di bagian kewajiban.
Laporan laba rugi PT Indosat Tbk  berbentuk single step , tidak dikelompokan . Pendapatan  Indosat digabungkan dalam satu kelmpok, namun pada bagian beban  di pisah antara beban operasi dan beban non operasi. Laporan laba rugi  PT XL Axiata juga berbentuk single step , tidak ada pengelompokan di dalamnya.

SAP 13 : Rasio likuiditas dan Modal Kerja


ANALISIS INFORMASI KEUANGAN
SAP 13 : Rasio likuiditas dan Modal Kerja


1.         LIKUIDITAS (RASIO LIKUIDITAS) DAN MODAL KERJA
1.1.      LIKUIDITAS (RASIO LIKUIDITAS)
Rasio Likuiditas adalah rasio yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek. Rasio yang umumnya digunakan dalam mengukur tingkat likuiditas adalah:
1.1.1.      Rasio lancar (current ratio)
yaitu kemampuan aktiva lancar perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki. Rumus rasio lancar adalah aktiva lancar dibagi kewajiban lancar. Semakin tinggi rasio lancar seharusnya semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Tetapi rasio lancar yang terlalu tinggi juga menunjukkan manajemen yang buruk atas sumber likuiditas. Kelebihan dalam aktiva lancar seharusnya digunakan untuk membayar dividen, membayar hutang jangka panjang atau untuk investasi yang bisa menghasilkan tingkat pengembalian lebih. Dalam melihat rasio lancar, analisis juga harus memperhatikan kondisi dan lingkungan perusahaan seperti rencana manajemen, sektor industri, dan kondisi makro ekonomi secara umum.
Current Ratio =
1.1.2.      Quick test ratio (QTR)
yaitu kemampuan aktiva lancar minus persediaan untuk membayar kewajiban lancar. Rasio ini memberikan indikator yang lebih baik dalam melihat likuiditas perusahaan dibandingkan dengan rasio lancar, karena penghilangan unsure persediaan dan pembayaran di muka serta aktiva yang kurang lancar dari perhitungan rasio. Rumusnya adalah :

Jumat, 06 November 2015

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SAP 6


 
I.     KEAMANAN SISTEM INFORMASI: SEBUAH TINJAUAN
Sistem keamanan informasi merupakan suatu subsistem dalam suatu organisasi yang bertugas mengendalikan risiko terkait dengan sistem informasi berbasis-komputer. Sistem keamanan informasi memiliki elemen utama sistem informasi, seperti perangkat keras, database, prosedur, dan pelaporan. Sebagai contoh, data terkait dengan penggunaan sistem dan pelanggaran keamanan bisa jadi dikumpulkan secara real time, disimpan dalam database, dan digunakan untuk menghasilkan laporan.

1.1.Siklus Hidup Sistem Keamanan Informasi

Sistem keamanan elektronik merupakan sebuah sistem informasi. Sistem keamanan computer dikembangkan dengan menerapkan metode analisis, desain, implementasi, serta operasi evaluasi, dan pengendalian. Tujuan setiap tahap siklus hidup ini adalah sebagai berikut:

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SAP 5


 
I.     KEAMANAN SISTEM INFORMASI: SEBUAH TINJAUAN
Sistem keamanan informasi merupakan suatu subsistem dalam suatu organisasi yang bertugas mengendalikan risiko terkait dengan sistem informasi berbasis-komputer. Sistem keamanan informasi memiliki elemen utama sistem informasi, seperti perangkat keras, database, prosedur, dan pelaporan. Sebagai contoh, data terkait dengan penggunaan sistem dan pelanggaran keamanan bisa jadi dikumpulkan secara real time, disimpan dalam database, dan digunakan untuk menghasilkan laporan.

1.1.Siklus Hidup Sistem Keamanan Informasi

Sistem keamanan elektronik merupakan sebuah sistem informasi. Sistem keamanan computer dikembangkan dengan menerapkan metode analisis, desain, implementasi, serta operasi evaluasi, dan pengendalian. Tujuan setiap tahap siklus hidup ini adalah sebagai berikut:

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SAP 4



PEMROSESAN TRANSAKSI DAN PROSES PENGENDALIAN INTERNAL
1.    PERLUNYA PENGENDALIAN
1.1.Pengendalian dan Eksposur
Pengendalian dibutuhkan untuk mengurangi eksposur terhadap risiko. Organisasi merupakan sasaran berbagai macam eksposur yang dapat mengganggu operasi perusahaan atau bahkan eksistensi kelangsungan hidup perusahaan. Eksposur mencakup potensi dampak finansial akibat suatu kejadian dikalikan dengan probablilitas terjadinua kejadian tersebut. Istilah risiko merupakan sinonim untuk istilah probabilitas terjadinya suatu kejadian. Oleh karena itu, eksposur adalah risiko dikalikan konsekuensi finansial atas risiko tersebut. Eksposur tidak semata-mata terjadi akibat kurangnya pengendalian. Pengendalian berguna mengurangi eksposur, tetapi pengendalian tidak dapat memengaruhi penyebab terjadinya eksposur. Eksposur melekat dalam operasi setiap organisasi dan dapat diakibatkan oleh berbagai sebab.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SAP 3


 
BAB I.
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
            Perkembangan teknologi informasi yang sangat dramatis dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak transformational pada berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya dunia bisnis. Setelah berlalunya era “total quality” dan “reengineering”, kini saatnya “era elektronik” yang ditandai dengan menjamurnya istilah-istilah e-business, e-university, e-government, e-economy, e-emtertainment, dan masih banyak lagi istilah sejenis.Salah satu konsep yang dinilai merupakan paradigma bisnis baru adalah e-business atau dikenal pula dengan istilah e-commerce sebagai bidang kajian yang relatif masih baru dan akan terus berkembang, e-business berdampak besar pada praktek bisnis, setidaknya dalam hal penyempurnaan direct marketing, transformasi organisasi, dan redefinisi organisasi. Model bisnis ini menekankan pertukaran informasi dan transaksi bisnis yang bersifat peperless, melalui Elektronik Data Interchange (EDI), E-mail, dan teknologi lainnya yang juga berbasis jaringan.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SAP 2



I.     Pemakaian Teknik-Teknik Sistem
1.1.       Penggunaan Teknik-Teknik Sistem dalam Auditing
            Sebagian besar penugasan auditing dibagi menjadi dua komponen dasar. Komponen pertama yaitu audit intern yang bertujuan untuk menetapkan tingkat keandalan struktur pengendalian intern dalam organisasi. Biasanya diperlukan beberapa jenis pengujian ketaatan. Tujuan pengujian itu adalah untuk melihat eksistensi, efektivitas, dan kontinuitas operasi pengendalian intern. Komponen kedua yaitu audit laporan keuangan, meliputi pengujian substansif. Pengujian substansif adalah verifikasi langsung atas laporan keuangan berdasarkan hasil pengujian pengendalian intern dalam audit intern. Pengujian ketaatan maupun substansif juga harus dilakukan oleh auditor intern seperti halnya auditor ekstern.
a.       Evaluasi Pengendalian Intern, yaitu Auditor sering terlibat dalam evaluasi pengendalian intern. Dalam mengevaluasi pengendalian intern, auditor umumnya memperhatikan arus pemrosesan dan distribusi dokumen-dokumen dalam sistem aplikasi. Karena pemisahan dan pembagian tugas-tugas pemrosesan di antara karyawan dan atau departemen. Beberapa teknik sistem misalnya bagan arus analitis, bagan arus dokumen, dan bagan distribusi formulir dapat digunakan oleh auditor untuk menganalisis distribusi dokumen dalam sistem.